Terbaru

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Ade Putra Maulana Kembangkan Dodol Rumput Laut Asli NTB

Dodol Rumput Laut”Salah satu oleh-oleh khas tradisional masyarakat NTB sekaligus menjadi produk unggulan pemerintah Provinsi NTB yang sangat potensial untuk dikelola. Sejak beberapa tahun Dodol Rumput Laut sudah bisa menembus retail modern seperti Alfamart dan Indomart, makannan ini cukup populer sebagai oleh-oleh untuk para wisatawan.
“Dodol Rumput Laut” hadir dengan rasanya yang lezat, kenyal dan enak dengan warna dan kemasan khas.
Ade Putera Maulana sebagai Direktur Utama, UD Maulana yang memproduksi an mengembangkan makanan dari produk unggulan Nusa Tenggara Barat, sebut saja beberapa olahan lokal yang diproduksi seperti Tortila Berbahan dasar Jagung,dan Dodol Rumput Laut.  
“yang kami produksi Dodol,Tortila, dan Stik  yang semuanya berasal dari produk unggulan lokal yang siap untuk dipasarkan baik secara tatap muka maupun melalui media online”Kata Ade.
Meski demikian, untuk merambah kedunia Oline menggukan sosial media, Ade mengaku masih belum maksimal “masih mengawali”terangnya.
Kunjungan PT.NNT 
Ade berharap dengan adanya para pendamping UMKM di NTB ia bisa banyak belajar untuk memanfaatkan tekhnologi dalam melakukan pemasaran secara online, karna saya baru mencoba Facebook saja, belum menggukan Blog/Website. Kata Ade.
UD Maulana yang beberapa waktu lalu mengikuti Diklat Pengemasan Produk di Mataram bertekad untuk menjalankan usaha secara maksimal bukan hanya satu produk tapi banya produk “bahkan saat ini kami sudah mulai membangun lesehan yang lokasinya cukup strategis didekat pantai dan jalan raya”tutur Ade kepada Pendamping Diklat UMKM NTB.
Jika anda penasaran dan tertarik ingin menikmati “Dodol Rumput Laut” bersama keluarga, komunitas, lembaga anda, dan anda ingin berjualan  “Dodol Rumput Laut” UD.Maulana menerima pesanan melalui No HP.082341501569




Dodol Rumput Laut”Salah satu oleh-oleh khas tradisional masyarakat NTB sekaligus menjadi produk unggulan pemerintah Provinsi NTB yang sang...

POLA PENDAMPINGAN KOPERASI, USAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH

Gambaran Umum Pola Pendampingan Koperasi dan UMKM

Gambaran Umum Pola Pendampingan Koperasi dan UMKM

Prinsip-prinsip dalam Motivasi Kerja

Prinsip-prinsip dalam Motivasi Kerja
1.   Prinsip partisipasi
Dalam upaya memotivasi kerja, pegawai perlu diberikan kesempatan ikut berpastisipasi dalam menentukan tujuan yang akan dicapai
2.   Prinsip komunikasi
Pemimpin mengkomunikasikan segala sesuatu yang berhubungan dengan usaha pencapaian tugas, dengan informasi yang jelas.
3.   Prinsip mengakui andil bawahan
Pemimpin mengakui bahwa bawahan mempunyai andil dalam  pencapaian tujuan. 
4.   Prinsip pendelegasian wewenang
Pemimpin memberikan otoritas atau wewenang kepada pegawai bawahan untuk sewaktu-waktu dapat mengambil keputusan terhadap pekerjaan yang dilakukannya
5.   Prinsip memberi perhatian
Pemimpin memberikan perhatian terhadap apa yang diinginkan pegawai   bawahan

Motivasi Berprestasi
Motivasi berprestasi adalah sebagai suatu dorongan dalam diri seseorang untuk melakukan atau mengerjakan suatu kegiatan atau tugas dengan sebaik-baiknya agar mencapai prestasi dengan predikat terpuji. (Jhonson,1984).
Study motivasi oleh David McClelland (1961), mengemukan terdapat tiga macam kebutuhan manusia, yaitu  Need for Achievement (kebutuhan berprestasi), Need for Affiliation (kebutuhan berafiliasi), dan Need For Power (kebutuhan berkuasa).
Kebutuhan ini merupakan ”virus mental”yang menentukan tingkat produktifitas seseorang. Virus mental merupakan kondisi jiwa yang mendorong seseorang untuk mampu mencapai prestasinya secara maksimal. Motivasi berprestasi, sebagai virus mental bagi para karyawan harus terus dibina dengan cara mengembangkan potensi mereka  melalui lingkungan kerja secara efektif agar terwujud produktifitas perusahaan.
a.    Need for Achievement
Need for Achievement, adalah yaitu kebutuhan untuk berprestasi yang merupakan refleksi dari dorongan akan tanggung jawab untuk pemecahan masalah, atau kebutuhan untuk melakukan pekerjaan lebih baik dari pada sebelumnya, dan selalu berkinginan mencapai prestasi yang lebih tinggi
Ciri utama, jenis motivasi ini, adalah:
·         memotivasi diri sendiri,bersaing, mencintai tantangan dan siap menerima resiko
·         kreatif dan inovatif
·         bersibuk diri untuk mencapai karir
·         bertanggung jawab terhadap tindakan yang diambilnya
·         Berpikir dan berjuang terus demi prestasi yang dicita-citakan



b.   Need for Affiliation
Need for Affiliation, adalah kebutuhan untuk berafiliasi, merupakan dorongan untuk berinteraksi dengan orang lain, berada bersama orang lain, tidak mau melakukan sesuatu yang merugikan orang, hasrat untuk diterima orang lain biasanya lebih menyukai persahabatan dibandingkan dengan persaingan. Ciri utamanya:
·         memilih bersama-sama dari pada sendiri
·         pro aktif dalam pergaulan dan senang berinteraksi dengan orang lain melalui kunjungan, telepon, dll
·         lebih berkenan hubungan antar pribadi  dari pada hubungan tugas atau pekerjaan
·         selalu kooperatif dan senang kerja berkelompok

c.    Need For Power
Need For Power, adalah yaitu kebutuhan untuk berkuasa yang merupakan refleksi dari dorongan untuk mencapai otoritas untuk memilki pengaruh  terhadap orang lain. Ciri utama :
·         senang bersaing, dan cenderung mendominasi
·         berorientasi pada status dan cenderung ingin mempengaruhi orang lain
·         menjadi seorang yang aktif dalam organisasi politik
·         mengendalikan dan mengawasi orang lain
·         proaktif, memberikan bantuan tanpa diminta

Karakteristik Motivasi Berprestasi Tinggi
  • memiliki tingkat tanggungjawab pribadi yang tinggi
  • berani mengambil dan memikul resiko
  • memiliki tujuan yang realistik
  • memiliki rencana kerja yang menyeluruh
  • berjuang untuk merealisasikan tujuan
  • memanfaatkan umpan balik yang kongret 
  • mencari kesempatan untuk merealisasikan rencana yang telah diprogramkan
  • menyelesaikan tugas-tugas yang memerlukan usaha dan keterampilan
  • melakukan sesuatu yang sangat berarti
  • berkeinginan untuk menjadi ornag yng terkenal
  • melakukan sesuatu yang lebih baik daripada orang lain
  • melakukan sesuatu yang sukar dengan hasil yang memuaskan

Karakteristik Motivasi Berprestasi Rendah
  • Kurang memiliki tanggungjawab pribadi’
  • Memiliki program tetapi kurang realistik
  • Bersikap apatis dan tidak percaya diri
  • Ragu-ragu dalam mengambil keputusan
  • Tindakan kurang terarah pada tujuan




Prinsip-prinsip dalam Motivasi Kerja 1.    Prinsip partisipasi Dalam upaya memotivasi kerja, pegawai perlu diberikan kesempatan ikut b...

MOTIVASI BERPRESTASI

Oleh : Enung Nugrahati _Pelatiahan Peningkatan Kapasitas SDM di Mataram 
Pengertian Motivasi
1.       Abraham Sperling, mengemukakan bahwa motif adalah kecenderungan untuk beraktivitas, dimulai dari dorongan dalam diri (drive) dan diakhiri dengan penyesuaian diri.  Sedangkan oleh William J. Stanton, motif adalah kebutuhan yang distimulasi yang berorientasi kepada tujuan individu dalam mencapai rasa puas.
2.       Oleh Fillmore H. Stanford, mengemukakan bahwa motivasi adalah suatu kondisi yang menggerakkan manusia kearah suatu tujuan tertentu
3.       Motivasi kerja adalah kondisi yang berpengaruh membangkitkan, mengarahkan dan memelihara perilaku yang berhubungan dengan lingkung kerja

Berdasar pada pengertian tersebut, dapat disimpulkan bahwa motif merupakan suatu dorongan kebutuhan dalam siri seseorang yang perlu dipenuhi agar pegawai tersebut dapat menyesuaikan diri terhadap lingkungannya, sedangkan motivasi dapat diartikan:
1.       Kondisi dalam diri yang membangkitkan/merangsang munculnya tindakan seseorang
2.       Merupakan akibat dari interaksi seseorang dengan situasi tertentu yang dihadapinya, karena itu terdapat perbedaan dalam kekuatan motivasi antara satu individu dengan individu lainnya walapun pada suatu situasi yang sama.
3.       Sumber energi, karena bisa meningkatkan daya (eneregi) dan bersifat mengarahkan, misalnya; jika seseorang merasa lemah , tidak ada lagi semangat hidup, maka dia memerlukan sumber energi tersebut. Dia memerlukan sesuatu yang bisa mendorong semangat kembali, agar bisa segera “bangkit”. Bahkan, seseorang yang sudah melangkah maju, tetapi ingin menambah hasrat dan kebutuhannya berarti juga harus menambah motivasinya

Tingkatan Motivasi
1.       Motivasi yang pertama, didasarkan atas ketakutan (fear motivation). dia melakukan sesuatu karena takut jika tidak maka sesuatu yang buruk akan terjadi, misalnya orang patuh pada bos karena takut dipecat, orang tidak bolos karena takut di phk, orang giat belajar karena takut tidak lulus dll.
2.       Motivasi kedua, didasarkan karena ingin mencapai sesuatu (achievement motivation). Motivasi ini jauh lebih baik dari motivasi yang pertama, karena sudah ada tujuan di dalamnya. Seseorang mau melakukan sesuatu karena dia ingin mencapai suatu sasaran atau prestasi tertentu.
3.       Motivasi yang ketiga didasarkan atas dorongan kekuatan dari dalam (inner motivation), yaitu karena didasarkan oleh misi atau tujuan hidupnya. seseorang yang telah menemukan misi hidupnya bekerja berdasarkan nilai (values) yang diyakininya.
Teori Motivasi
Study tentang Motivasi banyak dikaji oleh beberapa ahli, dan melahirkan beberapa teori seperti teori Maslow,  Teori ERG (existence, relateness, growth) dari Alderfer, Teori insting, Teori drive, dll. Namun yang paling populer adalah dikemukakan oleh Abraham H. Maslow (1943), yaitu yaitu teori Kebutuhan/Kepentingan.
Terori Maslow didasarkan pada batasan sebagai berikut:
1.       Kebutuhan manusia disusun dalam suatu hirarki kebutuhan dan kepentingan
2.       Manusia mempunyai kebutuhan dan kepentingan yang tidak putus-putusnya
3.       Sesekali suatu kebutuhan dapat dipenuhi dengan agak baik, maka selanjutnya didorong oleh ketidakpuasan yang lebih  tinggi berikutnya
4.       Kebutuhan itu adalah saling tergantung dan saling melengkapi

Motivasi kerja tidak semata didasarkan pada nilai uang yang diperoleh (monetary value), tetapi ketika kebutuhan dasar (to live) seseorang terpenuhi, maka dia akan membutuhkan hal-hal yang memuaskan jiwanya (to love) seperti kepuasan kerja, penghargaan, respek, suasana kerja, dan hal-hal yang memuaskan hasratnya untuk berkembang (to learn), yaitu kesempatan untuk belajar dan mengembangkan dirinya. sehingga akhirnya orang bekerja atau melakukan sesuatu karena nilai, ingin memiliki hidup yang bermakna dan dapat mewariskan sesuatu kepada yang dicintainya (to leave a legacy).

Hirarki kebutuhan, menurut Abraham H. Maslow :
1.       Kebutuhan fisiologis
Kebutuhan fisologis adalah kebutuhan untuk mendukung kehidupan, seperti; air, makanan, udara, tidur, seksual, dll. Karyawan yang masih berada dalam tahap kebutuhan fisiologis atau kebutuhan tingkat dasar ditandai dengan pemenuhan kebutuhan pangan yang ala kadarnya, tidak mengenal istilah empat sehat lima sempurna. Begitupun dalam pemenuhan kebutuhan pakaian dan perumahan baru  cukup sekedar pemenuhan penutup tubuh saja, begitupun untuk perumahan sekedar untuk melindungi diri dari panas, dingin atau untuk memenuhi kebutuhan istirahat.

2.       Kebutuhan keamanan
Kebutuhan keamanan adalah harapan bagi perlindungan terhadap bahaya, ancaman, dan semacamnya. Apabila kebutuhan level pertama sudah terpenuhi, maka motivasi manusia akan pindah kepada suatu dorongan untuk memenuhi kebutuhan level ke dua, yaitu rasa aman. Konsep rasa aman ini tidak bisa kita artikan secara sempit saja, yaitu keamanan dari aspek fisik saja tetapi sudah mencakup kepada kebutuhan yang lebih luas, yaitu rasa aman atas pemenuhan kebutuhan sandang, pangan dan papan sehingga penghasilan sudah bersifat teratur dan menjamin keamanan dihari tua.





3.       Kebutuhan Sosial
Kebutuhan Sosial, adalah  kebutuhan untuk merasa memiliki, kebutuhan untuk diterima oleh kelompok, berafiliasi, berinteraksi, dan kebutuhan untuk mencintai dan dicintai, seperti; kasih saying, persahabatan, asosiasi, dll. Kalau kebutuhan keamanan secara relative terpenuhi, maka kebutuhan social menjadi motivasi utama bagi tingkah laku manusia

4.       Kebutuhan Penghargaan
Kebutuhan Penghargaan, adalah kebutuhan yang berhubungan dengan status, pengakuan, apresiasi, dan prestise, seperti; kepercayaan diri, kehormatan, kompetensi, prestasi, kebebasan dan kemerdekaan. Pemenuhan kebutuhan penghargaan akan membimbing  pada perasaan berharga, kapabilitas, dan kekuatan.

5.       Kebutuhan untuk menaktualisasi diri
Kebutuhan aktualisasi diri adalah kebutuhan untuk menggunakan atau merealisasikan kemampuan, skill, potensi, misalnya memberikan ide, kritik dan penilaian terhadap sesuatu. Aktualisasi diri ini bisa diwujudkan dalam berbagai bidang seperti politik, ekonomi, kagamaan, hoby, dll

Fakatir faktor yang mempengaruhi Motivasi
1.       Kepentingan, kebutuhan, keinginan dan kehendak setiap orang berbeda
2.       Keunikan Biologis, psykologis, sejarah dan pengalaman hidup
3.       Kepribadian, tingkat emosi dan  kecerdasan
4.       Kemauan, kemempuan dan kreatifitas
5.       Karakterisistik tempat kerja (perusahaan)

Menjaga dan Meningkatkan Motivasi Kerja
1.       Menjaga faktor-faktor kepuasan, seperti:
a. Kondisi kerja
b. Kebijakan perusahaan
c. Jaminan pekerjaan
d. Gaji dan tunjangan
e. Hubungan sosial
f.  Supervisi
g. Visi, misi, budaya kerja yang jelas
h. lingkungan kerja yang mendukung
i.   Sistem kondusif

2.       Meningkatkan dorongan kerja, seperti; kesempatan berprestasi, penghargaan, pengakuan, jenjang karir, dan tanggung jawab

3.       Meningkatkan iklim kerja yang positif  seperti:
a.       Memperjelas pembagian kerja, tujuan dan sasaran pekerjaan
b.       tahu bagaimana harus melakukan pekerjaannya
c.       mendapatkan lingkungan kerja yang suportif, bebas dari gangguan kontra-produktif dan sistem bermasalah
d.       memperoleh konsekuensi yang sepadan untuk pekerjaan yang dilakukannya
e.       diberikan umpan-balik berkala yang akurat tentang performance-nya

4.       Membangkitkan motivasi dari dalam
Kita sebagai pemimpin perlu berbagi dengan tim kita untuk secara bersama melihat visi secara jelas dan mengapa kita melakukannya. Motivasi yang benar akan tumbuh dengan sendirinya ketika melihat visi yang jauh lebih besar dari sekadar pencapaian target. Sehingga setiap orang dalam organisasi kita dapat bekerja dengan lebih efektif karena didorong oleh motivasi dari dalam dirinya.

5.       Lakukan  komunikasi persuasif
a.       Berikan pujian yang tulus
Berikanlah pujian secara efektif dengan kalimat positif, jangan hanya mengkritik, mencerca atau mengeluh, dan berikan penghargaan yang jujur dan tulus.
b.       Berikan teguran yang tepat
Kritik atau teguran yang tepat  justru diperlukan untuk membangun tim kerja yang  kokoh dan handal. Pakailah cara yang tepat saat menegur karena teguran yang tepat akan menjadi motivasi dan menimbulkan reaksi yang positif.

c.       Sampaikan dengan metode ”AIDDAS”, meliputi:
A   =     Attention (perhatian)
I     =    Interest (minat)
D   =     Desire (hasrat)
D   =     Decision (keputusan)
A   =     Action (aksi/tindakan)
S   =   Satisfaction (kepuasan)

d.       Dalam komunikasi hendaknya memperhatikan hal-hal sebagai berikut:
·         pikiran positif; sapa dan Puji keberhasilan orang lain, akui kontribusi mereka 
·         Kegembiraan; tunjukan senyum sebagai tanda kegembiraan anda atas keberhasilan, dan senantiasa bangun suasan gembira
·         Merasa Penting; tanya ide orang lain, dengarkan, hargai bila anda menggunakan  idenya
·         Sukses; buat tujuan yang jelas, SMART dan diakui oleh semua

bersambung



Oleh : Enung Nugrahati _Pelatiahan Peningkatan Kapasitas SDM di Mataram  Pengertian Motivasi 1.        Abraham Sperling, mengemukaka...

Dinas Koperasi UMKM NTB Latih 72 Tenaga Pendamping Diklat

Dinas Koperasi UMKM Provinsi Nusa Tenggara Barat melatih sedikitnya 72 Tenaga Pendamping Diklat bagi pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Hotel Lombok Plaza Kota Mataram.

Pelatihan tersebut merupakan bekal bagi para pendamping untuk terjun kelapangan dalam mendapingi para pelaku usaha "sehingga perlu diadakan pelatihan peningkatan kapasitas SDM"kata Kepala Dinas Koperasi UMKM NTB, Drs.H.Supran, MM dalam sambutannya, Senin, 16 Mei 2016.

Tenaga pendamping yang mengikuti acara merupakan hasil seleksi yang diselenggaran oleh kementerian Koperasi melalui dinas koperasi provinsi, proses seleksi dilaksanakan dengan transparan dan memperhatikan berbagai aspek akademisi dan praktisi.



Dinas Koperasi UMKM Provinsi Nusa Tenggara Barat melatih sedikitnya 72 Tenaga Pendamping Diklat bagi pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (U...


Top